Tampilkan postingan dengan label kekinian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekinian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Agustus 2017

'Bantaran Seberang Gedongan'

'Bantaran Seberang Gedongan'


Bantaran bernyanyi berdebat takdir
Bantaran menyebut wakil seperti pengusir
Berlantai aspal luka sudah terlampau anyir
Berjuang melunta mengutuk insan kikir
Bisikan bisu mereka yang berdiri diatas nadir
Berucap mencela mereka yang mengaku pemikir

Minggu, 06 Agustus 2017

'Tanah Fana'



'Tanah Fana'


Rintihan berjuta nisan tanpa dosa
Terbuang sia-sia sekedar jadi penyambung cerita
Erangan mereka yang tak mampu lagi bicara
Burung nazar kicaunya di ubun kepala
Derap langkah bagai tiada lagi makna
 

Jumat, 04 Agustus 2017

'Angan Anarki'

'Angan Anarki'


Maka terlelap untuk sekian kalinya
Di dalam kepalaku, bekas ketakutan
Untuk menjadi sebatang kara
Untuk segalanya coba menjauhkan
Drama opera didalam kebohongan
Ku tak ingin sejenak hanya bicara

Sabtu, 29 Juli 2017

'DICLVX'

Kita umpan dan sisipan tersamarkan
Dalam realita dua sisi koin kemunafikan
Kekuasaan dalam russian roulette
Kau bermain untuk imitasi corvette
Kita mangsa, satu mata menyaksikan
Segitiga tertindaskan, kaya miskin dibutakan


Dalam drama, paduan suara Abraham
Kutuk fiksi pada masa kuasa Saddam
Seperti hyena mencekik suara
Fatamorgana tangisan berujung bencana
Dua atap runtuh, di depan wanita
Ilusi setiap tombol, tua dan muda

Jumat, 14 Juli 2017

'Asa'



'Asa'

Riuh sunyi sepi lembayung pagi perlahan menutupi
Bintang fajar semakin redup diiringi senandung mengaji
Jengger belum sempat tunjukan suara bangunkan semesta
Caping-caping mulai terbangun di kampung agraria
Yang kini lahan mereka kian sempit ditumbuhi pondasi
Bapak bilang "Semen mereka tak bisa dipanen jadi nasi"


Rabu, 05 Juli 2017

'Geronimo'

'Geronimo'


Apa yang kau dapat ketika kau coba melawan?
Apa yang kau inginkan ketika damai telah kau lupakan?
Biarkan kau tahu ketika kau hancur dalam kepingan
Dan mereka tenggelam dalam darah tangisan
Ketika kau berdiri diatas padang pasir penuh timah berserakan
Kau penuhi perintah, kemudian kau sadar untuk kembali pada kematian


Selasa, 04 Juli 2017

'Gospel'

'Gospel'

Mengangkat teori fana menerka eksistensi epilog dunia
Kau rela mati sedangkan kebohongan ada di depan mata
Kau biarkan Lucy merasukimu, membuatmu berpikir
Menjadi martir untuk setiap dosa yang telah kau ukir
Bawalah ku di taman-taman khayalmu sekarang
Seperti saat kau mengizinkan mereka lancang didalam perang
Hingga kau berpikir meletakan panji untuk berhenti memuji
Bahwa yang mati tidak akan kau lihat abadi


Kamis, 15 Juni 2017

'Fanon'

 'Fanon'

https://krasak17.blogspot.sg/2017/06/fanon.html

Sebelumnya wibawa bagai Mahatma dan Mandela
Hanya untuk romansa etika penggoda KKN berujung KKK
Mereka tundukan kasta dalam ronde-ronde Russian Roullete
Untuk kita saksikan mereka duduk dibalik kursi Corvette


Selasa, 09 Mei 2017

'Monumental'

'Monumental'

Suara yang keras membangunkanmu seperti percikan di Afghanistan
Alarm keras Pearl Harbor dan setiap masa yang benar-benar menyakitkan
Bicara selayaknya suara gerobak dibawah kaki Ilyich Lenin
Dan memaki sesuatu lalu membukanya seperti Borish Yeltsin

Mengadapi realita mengatakan fakta bak Mumia
Walau kepala terasa panas oleh timah AK
Ku tak bertindak seperti seorang Lady Liberty
Memberikan sebuah kenangan seperti langit Ho Chi Minh City



Sabtu, 18 Maret 2017

'Hampa'

'Hampa' 

Untuk sebuah perjalanan ketika seluruh kota terlelap 
Nafas menunggu dibalik dinginnya senyap 
Suatu saat kuberharap seseorang menemukanku 
Atau setidaknya mendengar deru jantung dibalik pintu 


Senin, 13 Maret 2017

'Dongeng Terakhir'

'Dongeng Terakhir' 


Langit biru saat kita menemukan kedamaian 
Sampanye dihadapan mereka dan nyanyian serentak terdengar 
Bukan sebuah firasat bukan sebuah perasaan 
Jam berdenting mengiringi tengah malam yang terbakar 

Semua kenyataan menjadi abu dalam tegukan 
Tarian dan senyuman, tubuh dalam kematian 
Ibu, mereka tak bisa pulang malam ini 
Karena mereka telah pulang dalam sebuah peti 

Mereka tak ingin terbakar sia-sia 
Ibu, mereka memanggilmu dalam teriakan 
Walaupun terlambat, mereka terlelap dalam kesakitan 
Berikan dongengmu malam ini agar mereka bisa terlelap meninggalkan.



-AL

'Dan Ku Bukan Kertas Lama'



'Dan Ku Bukan Kertas Lama'

Pada hari itu dimana kurasa besok adalah hari ini
Sebuah tempat dimana ku kehilangan akalku
Mungkin suatu saat dimana ku datang dan pergi
Kuharap itu menjadikanku lebih menghargai waktu 

Sabtu, 11 Maret 2017

'U+262D'

 'U+262D'


Lama terdiam akan kertas yang membuatmu diam 
Sesuatu yang membuat 65' menjadi kelam 
Akan lima ribu nama yang mereka catat di telegram 
Panggil aku sebuah norma saat ku berada disini dengan HAM 

'Rupa'

 'Rupa'


Opini untuk sebuah cerita tanpa rangka 
Entah sinopsis apa yang aku cipta 
Adalah aku yang memikirkan 
Adalah aku yang melupakan 

Jika memang jemari tak ada gerak lagi 
Jika memang pikirku tak berfungsi lagi 
Lidah terkunci bukan ku mati 
Namun kucoba hilangkan beban untukku pergi 

'Kontraksi'

'Kontraksi'



Papan kayu terpaku di dinding, terlihat jelas
Ku melihat seraya berlalu, semakin membekas
Sesuatu untuk mengatakan padaku apa yang kulakukan
Dan ku terduduk tanpa adanya penyesalan 


Kamis, 26 Januari 2017

Sabtu, 21 Januari 2017

'Jelata'

'Jelata'


Gedung tinggi menutupi langit kumuh
Tertidur di bawah jembatan dengan kain lusuh
Luka dan sakit yang tak pernah sembuh
Karena wakil di istana tak pernah mendengar mereka yang mengeluh




'1'

'1'


Tak pernah sekalipun bertanya namun ku hanya ingin bicara
Pilihan yang tak pernah ada lalu ku coba menghilangkannya
Hina ku terpikir bagaimana jika itu terjadi
Tak usah ku berpikir mungkin karena itu hanyalah fiksi

Rabu, 28 Desember 2016

Puisi Keren, 1st

'Ironi' 

Berjalan melewati jembatan lusuh rentan
Menapak jalur penuh lelah perjalanan
Tidur dibawah langit beratap bintang tanpa perlindungan
Senyum mendorong gerobak di atas aspal jalanan

Mereka yang berfoya-foya, dan mereka yang berjuang untuk makan
Kalian yang melihat dan kalian yang mengacuhkan
Hingga rasa bukanlah belas kasihan
Membuang sisa untuk mereka kumpulkan

Menuju sebuah tempat dimana tak ada jalan kembali
Pulang ataupun terseret pergi
Tak ada rumah, tak ada atap, tak ada gaji
Bakarlah kertas-kertas itu, dan pandangilah wajah ironi

Jalan raya rimba kota tak pernah menutup mata
Tepi sungai lalu kau melihat manusia tak bernyawa
Kau selalu disuguhi layar dimana wakil bisa bicara
Dengarlah janji-janji yang mungkin akan mereka lupa

- Al
close
Test Iklan